/12 Alternatif Pekerjaan Fotografer Pernikahan Selama Krisis COVID-19

12 Alternatif Pekerjaan Fotografer Pernikahan Selama Krisis COVID-19

Ketika membaca sebuah artikel yang berisi 12 jenis income bagi para blogger maka pikiran saya langsung mengarah kepada apa saja alternatif pekerjaan fotografer yang bisa dilakukan ketika sebuah keadaan buruk terjadi dimana kondisi dan kesempatan kita mendulang rejeki sedang terganggu.

Halo teman-teman semua, saya Bima, dan terima kasih sudah menyempatkan diri untuk kembali ke blog JWP.

Satu hal yang saya tahu terkait situasi saat ini adalah tidak sedikit sahabat-sahabat kita sesama fotografer di seluruh dunia dan tanah air yang sedang dirudung banyak masalah karena krisis COVID-19. Hal ini bisa saja terkait batalnya sejumlah pemotretan, pembayaran hutang bisnis, cicilan kendaraan pribadi, cicilan rumah, maupun kebutuhan lain yang sebelumnya tidak jadi masalah bagi kita semua.

Artikel yang sebaiknya anda baca:

2010 adalah tahun pertama dimana saya menjejalkan diri ke sebuah dunia bernama internet marketing dan belajar langsung dengan seorang trainer berkebangsaan Singapura bernama Fabian Lim. Ketika hari pertama kursus ini berlangsung maka satu kalimat beliau yang sangat membekas di pikiran saya waktu itu adalah…

I don’t really care what business you running now but if you’re not using internet to boost it than you just damn fool guy!

Pria ini sangat keras dalam mendidik saya dan para muridnya bahkan telat masuk kelas saja kita dimarahi, rasanya memang mau ‘ngamuk ketika kita dimarahin di tanah air kita sendiri oleh orang asing yang baru hari itu kita kenal.

Yang bikin sebel adalah mau tidak mau saya harus mendengarkan pria ini bicara selama 2 hari ke depan…mau gimana lagi? selain saya terlanjur bayar kursusnya yang cuma 2 hari seharga 7 juta, pria ini memang dikenal dengan penghasilan online-nya yang mencapai lebih dari $50.000/bulan (nett profit) dimana bisnisnya dikendalikan hanya dengan beberapa blog sederhana sambil mengendarai Private Jet Eclipse 500 miliknya keliling dunia, Damn!

Fabian dan keluarganya

Balik lagi ke topik dimana sebuah internet tentu akan bernilai berbeda ketika kita mengoptimalkan-nya lebih dari sekedar upload foto di social media maupun nonton PornHub malam-malam dengan menggunakan headset!

Disclaimer

  1. Tips ini TIDAK BISA begitu saja berlaku di kehidupan anda karena tidak semua orang mampu bisnis dengan internet dan digital tech, toh banyak pengusaha kuno yang juga tetap jadi milyarder walaupun Whatsapp dan Instagram aja ga’ punya
  2. Saya akan tunjukkan beberapa earning screenshots untuk membuka wawasan anda bahwa bisnis ini NYATA, bagi yang justru menganggap hal ini jadi ajang pamer saya persilahkan meninggalkan blog ini karena niat saya hanya berbagi pengalaman, dan tenang aja, saya selalu bayar Pajak secara rutin apalagi ngumpulin SPT tahunan, sudah beres semua!

1 – Membuat Online Class Pertama Anda

Pertama kali saya mengikuti online class adalah di tahun 2014 dimana mata saya harus melek dari jam 9 malam s.d. jam 6 pagi dikarenakan webinar yang saya ikuti disiarkan LIVE dari Los Angeles yang waktunya jelas kebalik dengan time zone yang ada di Indonesia.

Beberapa online class yang bisa anda jadikan referensi adalah:

  • CreativeLive – di sini banyak materi tentang arts
  • Masterclass – ini adalah sebuah platform dimana seorang Celebrity Chef sekelas Gordon Ramsay-pun dengan networth ratusan juta dollar-pun MASIH memiliki kelas online-nya sendiri

Membuat sebuah online class pada prinsipnya sangatlah mudah, anda tinggal merekam sesi bicara anda atau mendokumentasi kegiatan memotret anda seperti biasa kemudian dijual, SELESAI, karena itulah di bawah ini saya berikan beberapa contoh platform yang bisa anda gunakan untuk membuat online class pertama anda.

  • Udemy – anda bisa meng-upload online class anda di sini dengan share profit
  • Thinkific – anda bisa juga meng-upload online class anda di sini, GRATIS untuk 3 kelas pertama anda (Saya pribadi tergabung di sini)
  • Teachable – hampir sama dengan Udemy dan Thinkific, anda bisa menjual online class anda di sini dengan gabung di membership berbayarnya.

Jauh sebelum virus Corona ini muncul saya dan istri sudah membuat Online Class saya di bidang hospitality, dimana saya mengajarkan para murid saya untuk menjadi seorang host airbnb seperti yang saya lakukan selama ini di luar kegiatan sebagai seorang fotografer.

Ini tampilan online course saya – silahkan klik untuk melihat isinya sebagai referensi

2 – Jualan Informasi Berupa EBook

Jika online course bersifat dinamis karena wujudnya video maka ebook lebih statis karena intinya cuma sebuah buku yang berbentuk file. Caranya juga sangat mudah karena sekalipun banyak platform keren untuk membuat ebook tapi saya lebih memilih menggunakan Ms Word kemudian di-convert menjadi PDF dan dijual.

Sejak tahun 2012 hingga saat artikel ini ditulis saya sudah menerbitkan 26 judul ebook yang saya jual di Android Play Store maupun langsung dari server blog saya.

Income screenshots

Screenshots di atas adalah data sebagian penghasilan yang saya terima dari menjualkan 26 judul ebook di Google Play Store, bagi anda yang tertarik maka royalti untuk anda adalah 52% seperti tertulis di atas dimana 48% sisanya adalah milik Google.

Percayalah, ini hanyalah penghasilan recehan bagi sebagian orang, tapi kalau datangnya pada saat kita tidur pulas dan ter-akumulasi maka penghasilan seperti ini akan lebih dari cukup untuk keliling dunia suatu saat nanti!

Mengapa saya tertarik dengan peghasilan receh mulai dair Rp. 7.000 s.d. Rp. 50.000 seperti di atas?

Karena senior saya di kursus internet marketing tadi berhasil menjualkan 10.000 download ebook berisi resep nasi goreng seharga $0.99/download yang faktanya dia hanya ‘ngumpulin resep dari tabloid Nova satu ke tabloid Nova lainnya kemudian di tulis ulang serta dimodifikasi di Ms Word lalu convert ke PDF dan jual, yang lebih menyebalkan lagi adalah, senior saya tadi hanyalah seorang ibu rumah tangga berusia 60 tahun.

3 – Jualan Preset Lightoom

Jika anda cukup peka dengan dunia digital product maka preset adalah sebuah file yang high-demand, siapapun anda sekalipun belum menjadi seorang fotografer terkenal maka jika anda bisa menjualkan preset Lightroom anda sendiri maka ini merupakan penghasilan tak terbatas yang bisa anda miliki.

Adalah Taylor Jackson seorang wedding photographer dan youtuber dengan 500.000++ subscriber dimana dia masih bekerja aktif sebagai seorang fotografer tapi juga menjual presentnya seharga US$30, dan tahukah anda keuntungan dari angka penjualan presetnya? hampir 100% karena para prinsipnya semua ini hanyalah “JUALAN FILE” dan paling hanya kepotong payment fee dari Paypal maupun kartu kredit di setiap transaksi yang jumlah tidak seberapa (+/- sekitar 5%)

Taylor bukanlah orang sembarangan karena dia salah satu fotografer yang bisa memotret sekaligus membuat wedding clip di saat yang bersamaan dan orang ini beberapa kali diundang oleh WPPI Expo untuk berbicara di konferensi fotografi tahunan tingkat dunia di Las Vegas.

Pada intinya mau anda se-terkenal Taylor atau tidak, menjualkan preset adalah sebuah peluang bagus. Di bawah ini adalah 2 (dua) platform yang bisa anda pakai untuk menjualkan digital product.

4 – Menjadi Kontributor Shutterstock

Rasanya tidak ada orang yang mau bercerita tentang Shutterstock se-terbuka ini selain Misbachul Munir sekalipun mulai banyak anak didiknya (termasuk saya) yang mulai merasakan manfaat dari Shutterstock ini. Orang ini juga-lah yang membukakan mata saya untuk bisa me-monetize foto-foto liburan saya bersama keluarga menjadi sumber income pasif baik saat ini dan masa depan.

Memotret untuk Shutterstock tidaklah se-sulit yang dibayangkan, tapi konsistensinya-lah yang jauh lebih sulit karena di awal-awal nanti anda pasti akan mendapatkan cobaan dengan berpenghasilan hanya $0.25/download dari sebuah foto yang sudah anda buat susah-susah. Seorang fotografer biasanya justru emosi dengan apresiasi seharga kerupuk ini cuma bagi anda yang punya mindset berbeda maka anda bisa mencoba hal sederhana ini dengan memotret benda atau momen apapun yang ada di sekitar rumah anda.

Anda yang pernah ke Singapura pasti paham lokasi-lokasi di atas, ini adalah beberapa dari foto-foto liburan saya ke Singapura beberapa tahun lalu dan memang sebagian dari hasil tabungan saya di wedding photography sudah mulai saya investasikan untuk melakukan perjalanan khusus untuk mencari foto-foto stock.

Yang perlu anda lakukan hanyalah mendaftarkan diri anda menjadi seorang kontributor di Shutterstock dan mulailah memotret. Tidak ada target apapun di platform ini tapi ketika anda akan bertanya tentang hal-hal penting kepada seorang Munir maka pastikan anda sudah punya 1000 stok foto terlebih dahulu, sebuah syarat lucu-lucuan yang sengaja dia buat untuk menanggulangi pertanyaan alay dari fotografer yang maunya kaya dalam waktu semalam.

5 – Stock Trading

Melenceng jauh dari pekerjaan seorang fotografer tapi hal ini bisa menjadi alternatif pekerjaan yang bisa anda lakukan, tentu saja mempelajari ilmu saham bagi yang mampu bisa jadi pemasukan yang besar pada waktunya nanti.

Saya pribadi sempat bermain reksa dana di UGM beberapa tahun lalu, mulai dari saham Telkom, Astra, dan sebagainya-pun saya coba beli. Dari mulai beli pagi lalu jual sore-pun saya lakukan hingga suatu waktu saham Bumi Resources saya punya nilai yang cukup baik sehingga saya yang bermodalkan uang sekitar 5 juta berhasil mendapatkan keuntungan 600.000 dalam sehari…not bad for beginner dan lebih dari cukup untuk bisa traktir Batagor Sempurna di depan POM bensin Sagan bersama mantan pacar yang sekarang menjadi istri saya.

Ingat pada waktu musim demo Ahok di Jakarta dulu? alih-alih ikut demo, seorang teman asal Bandung justru membeli saham Sari Roti yang sempat jadi bahan cibiran hingga dalam waktu 2 minggu nilai saham perusahaan tersebut naik drastis dan keuntungan senilai Rp. 25.000.000 berhasil diperolehnya.

6 – Affiliate Business

Saya menjalani bisnis affiliasi sejak tahun 2012 dimana mayoritas yang jualkan adalah layanan dan produk seputaran fotografi dan traveling yang menjadi passion saya. Bagi anda yang baru pertama kali mendengar kata “Afiliasi” maka ini adalah bisnis makelar yang artinya kita akan dibayar ketika berhasil menjualkan layanan atau barang dari sebuah platform.

Beberapa perusahaan di sekitar dunia fotografi dan hospitality yang menyediakan layanan affiliasi adalah:

  • Amazon.com – anda bisa makelar-in apa aja di situs ini
  • Agoda.com – jika anda pernah menginap di suatu hotel dan ingin mereferensikan hotel tersebut kepada orang lain menggunakan link affiliasi anda maka Agoda akan mengirimkan 3-4% komisi kepada anda
  • Airbnb – anda bisa mereferensikan link bisnis airbnb atau voucher menginap agar mereka mengirimkan komisinya kepada anda
  • B&H photo video – situs ini cukup terkenal untuk menjualkan beragam apparel terkait foto dan video dimana mereka menyediakan tawaran afiliasi dengan seleksi yang cukup ketat.
ini adalah penghasilan yang saya terima dari salah satu affiliate partner di bulan Januari 2019

7 – Bekerja Sebagai Freelance di Fiverr

Menjadi seorang freelancer secara digital bukanlah sebuah pekerjaan yang aneh karena banyak teman saya yang seorang desainer grafis mendulang ribuan dollar hanya dengan sekedar membuatkan slide presentasi power point maupun video animasi sederhana.

Silahkan tonton video yang baru semalam saya lihat, bukan sebuah keanehan ketika pria ini bisa menghasilkan 500 juta hanya dalam beberapa tahun dengan sekedar membuatkan slide dan animasi sederhana.

Ingat dia bukanlah seorang desainer ter-handal di bumi tapi dia hanyalah seorang desainer yang TEKUN dengan bakatnya karena saya yakin bahwa,

Ketekunan Akan Mengalahkan Kepintaran!

Quote by Rully Kustandar

#DirumahAja Ide Bisinis, Cuma Dengan Laptop dan Internet, Bisa Dapat Setengah MILYAR! (HALAL)

Website FIVERR : https://www.fiverr.com/ Tempat Beli Tutorial dan Akun VIDEOSCRIBE “Ehem” https://bit.ly/2QO7Z4s Goanimate : https://www.vyond.com/ Stay Safe…

8 – Merintis Channel Youtube Anda Sendiri

Rasanya bangsa ini perlu berterima kasih dengan seorang Atta Halilintar, karena dari tangan dingin anak cupu ini mata kita terbuka lebar bahwa siapapun bisa hidup sangat layak dari Youtube sambil duduk ganteng dibalik kemudi Lamborghini Aventador.

Jika anda baca di beberapa media bahwa penghasilan Atta sudah mencapai milyaran rupiah per tahunnya maka silahkan lihat juga PewDiePie yang jumlah subscribernya mencapai 100 juta ++, just do the math dan perkirakan sendiri penghasilan adsense-nya.

Mari lupakan Atta dan PewdiePie sejenak kemudian lihatlah Youtube di bawah ini,

Evan adalah seorang kartunis mantan karyawan DC Comic atau Marvel (salah satu di antara kedua perusahaan tsb) yang kemudian keluar dan membuat channel Youtube-nya sendiri yang isinya cuma mendokumentasikan kegiatan dia membuat sketsa para tokoh superhero buat anak-nya.

Penghasilan pertama dia dari Youtube adsense bahkan lebih kecil dari penghasilan saya di Shutterstock, yaitu dimulai dari hanya $0.06 atau di kisaran 800 rupiah saja!

From $.06 to $10,000 – How Cartoonist Quit Day Job For YouTube

Today’s video is another in the Passive 1k Interview Series. You’ll want to hear how Evan Burse made his first $1,000. So we know that there are some pretty …

9 – Membuka Airbnb di Properti Yang Anda Miliki

Saya menjadi seorang host Airbnb pertama kali di tahun 2013 hingga saat ini, sudah 3 rumah dan 1 cafe yang saya bangun dari nol hingga menjadi penghasilan bagi 8 orang karyawan saya. Ini adalah sebuah bisnis yang bagus ketimbang sekedar menyewakan rumah secara ‘gelondongan’ dan dibayar 1x dalam setahun, kecuali memang anda tidak ingin repot.

Kenapa bukan Red Doorz maupun Oyo?

Karena di Airbnb, jika anda punya 1 kamar nganggur TANPA TV, TANPA AC, dan TANPA KAMAR MANDI DALAM sekalipun maka anda sudah bisa menyewakannya secara umum dan inilah yang saya lakukan di Boma House pada tahun 2013 lalu. Jika anda sempat terpikir Airbnb adalah cara untuk kaya dalam waktu sekejap khususnya dalam rangka menghadapi krisis COVID-19 ini maka lupakan impian anda tadi karena faktanya kerugian salah satu Guesthouse saya untuk 3 bulan ke depan bisa di angka 50 juta.

Masih ingin jadi host Airbnb?

10 – Membuat Kolaborasi di IG Live atau Zoom

Inilah hal yang marak dilakukan di masa karantina seperti sekarang dan sungguh sebuah hal yang sangat terpuji untuk kita lakukan bersama dimana JWP-pun sempat mengadakan beberapa kali online meet up.

Faktanya adalah setiap anggota yang kemarin tergabung di Zoom bukanlah para fotografer biasa, mereka adalah sosok profesional yang sudah teruji kematangan mental dan juga kemampuannya mendulang uang dari pekerjaannya menakan shutter. Pertemuan beberapa waktu lalu itu sangat membuat mental kita semakin kuat dan menyadari bahwa yang susah saat ini bukanlah diri kita sendiri saja.

11 – Membuat Sebuah Blog Profesional dan Mengunggah Semua Karya Anda di Dalamnya

Sekalipun tidak cukup dengan sekedar mengunggah karya foto-foto anda, jika sudah judulnya adalah sebuah blog maka anda MUTLAK harus mau menulis atau mengarang sebuah cerita. Cerita demi cerita, informasi demi informasi, dan inilah yang nantinya akan dilihat oleh para calon klien anda di masa yang akan datang.

Sekalipun belum pernah anda lakukan sebelumnya, alih-alih hanya menceritakan di IG story yang 24 jam berikutnya akan hilang, cobalah untuk menceritakan pengalaman anda dengan ex-klien terdahulu secara lebih mendalam. Tulisan seperti ini akan menorehkan hasil yang berbeda dan membuat hubungan anda dengan mantan klien terhubung kembali secara lebih harmonis.

Kenapa blog profesional dan bukan sekedar gratisan dengan xxx.wordpress.com maupun xxx.wix.com?

Blog profesional itu tidak lebih mahal dari uang bensin mobil anda satu bulan karena rata-rata harga domain profesional serta hosting hanya di kisaran 1 juta/tahun dan tentu saja di mata seorang klien anda akan terlihat lebih profesional karena domain anda berdiri sendiri.

NOTE – domain adalah nama web anda misal, starphoto.com dan bukanlah starphoto.wix.com

12 – Membuat Merchandising Anda Sendiri

Dengan memiliki blog maka anda bisa me-monetize apa saja yang mau anda jual, mulai dari karya fotografi, ebook, preset Lightroom, online class, hingga barang-barang unik yang bisa mendatangkan uang, semua akan ter-sinergi ke dalam sebuah sistem blog.

Beberapa hal apparel fotografi yang bisa anda jual antara lain:

  • Strap Kamera
  • Tas Kamera
  • Kaos
  • Topi
  • Hoodie
  • Cangkir, hingga
  • Hasil cetakan dari karya-karya foto anda

Belajarlah kepada seorang Jamie Oliver (Chef) dan Dritan Alsela (Barista) kedua orang tersebut tidak lain adalah seorang profesional atau Self Employee dimana kalau dalam bahasa keren di buku Rich Dad Poor Dad mereka-mereka ini masuk dalam kategori “S”.

Yang menjadikan berbeda adalah kedua orang ini membranding namanya secara luar biasa dan menjualkan barang-barang yang dipakai di cafe dan resto-nya secara luas.

Coba lihat gambar di atas, sampai hand blender saja di branding dengan nama Jamie Oliver, di lain pihak cangkir kopi biasa saja sampai di branding dengan nama Dritan Alsela Il Barista.

Kini giliran anda, branding nama perusahaan dan tarik uang dari seluruh penjuru dunia dengan nama anda atau perusahaan anda sendiri.

Penutup

Terima kasih bagi anda semua yang masih menyempatkan untuk membaca tulisan saya sampai akhir, selamat karena anda baru saja menyelesaikan membaca karangan atau tulisan saya yang berjunlah hampir 2500 kata.

Pada akhirnya saya ucapkan terima kasih dan semoga tulisan tentang altenatif pekerjaan fotografer ini bisa menfataan buat kita semua. STAY STRONG teman-teman karena dibalik situasi mencekam ini pasti ada hikmah yang luar biasa!